Karya: amdanra
Tetesan
air dipagi hari yang jatuh dari atap
Mengawali
hari yang kuyakini pasti gelap
Ku
masuk ke alam sadarku yang dingin oleh embun pagi
Hujan
tadi malam seakan bumi menangisi seekor burung
Yang
terbaring tapi tak mati
Burung
itu memang diam tapi burung itu tak sakit tak pula mati
Suara burung gagak
yang melingkari memekakkan telinga
Burung yang diam itu
tak bergerak tak pula mati
Cahaya yang datang
menerangi bumi
Tak cukup bisa
membawa sayap burung itu untuk terbang
Aura
panas yang dirasakan burung itu kini dapat kurasakan
Ku
menyadari permen karet yang kumakan melambangkan semuanya
Anjing
dan kucing yang mendekat hanya tipu muslhat belaka
Hujan yang lebat sudah berlalu
Matahari menyongsong pagi ini
Kumulai melupakan burung yang diam itu
Kurobek lembaran kertas ini lalu
Ku ambil lembaran kertas yang baru
Hujan yang lebat sudah berlalu
Matahari menyongsong pagi ini
Kumulai melupakan burung yang diam itu
Kurobek lembaran kertas ini lalu
Ku ambil lembaran kertas yang baru
.png)
Komentar
Posting Komentar